Senin, 01 Februari 2016

Trotoar (part II)



Dua tahun kemudian. Aku belum sempat melanjutkan sekolah hingga tingkat SMP. Hal itu di sebabkan karena semua sekolah menolak permintaan orang tuaku yang mendaftarkan namaku. Mereka selalu melihat latar belakang keluargaku.

“Maaf ya pak, bu... sekolah kami sudah penuh siswa-siswinya, mungkin sekolah lain bisa menerima anak bapak dan ibu”. Alasan yang selalu di lontarkan oleh pihak sekolah. Aku pun tak tahu harus bagaimana. Hanya orang tuaku yang tahu harus berbuat apa. Ayah dan ibu tetap berjuang mencari sekolah untukku. Mereka pantang untuk menyerah. Meski

Rabu, 20 Januari 2016

Trotoar (part I)

Biarlah aku di caci dunia. Biarlah aku di pandang sebelah mata. Toh masih adalah mulut  ini yang menghiburku. Masih ada tangan yang menemani dan kaki sebagai penuntun. Bagi anak sepertiku yang sehari-hari berkeliaran membawa ukulele naik turun angkutan umum, masuk keluar warung dan toko-toko untuk mencari sedikit harapan untuk hidup ini sudah biasa jika di rendahkan oleh kebanyakan orang. Tapi itu tentu bukan persoalan berarti. Bagiku hidup itu tidak ada bedanya dengan omong kosong. Setiap hari di tengah keramaian, aku berjumpa dengan orang-orang yang katanya hebat, pintar, bahkan ada di antara mereka punya kedudukan. Namun di mata ku mereka sama denganku. Para pengemis. Cuma bedanya mereka mengemis ilmu, harta,  jabatan dan pujian dari sesama mereka. Untuk apa? Tentu saja untuk di ceritakan kepada anak cucu mereka lah. Bangga? Oh sudah pasti.

Selasa, 19 Januari 2016

Untuk Kalian ...

Terima kasihku untuk kalian keluarga IMEJJ Pasar Rebo serta sahabat2 ku disana.

Kepada adik Anto untuk sekaleng susu frisian flagnya. Semoga cept sembuh dari amandelnya.

Kepada Musa (abangnya Anto) yang udah ngijinin saya buat ngambil sedikit beras di kosanya dan terpaksa harus saya bawa dengan kantong kresek bolong  karena kehabisan kantong.

Terima kasih untuk Kak Chia atas bimbingan dan motivasinya di dunia kerja. Maaf udah bikin kakak lari ninggalin cucian di kamar mandi Cuma untuk buka pintu kosan yg saya ketuk berulang kali karena sedang kelaparan. Hehe

Selasa, 12 Januari 2016

Haii.. Aku siapa yah?

Awalnya sih sempet ragu di ajak buat ikut Mapaba ke salah satu villa di sawangan yang di promosikan sebagai kegiatan ‘jalan-jalan’ versi mahasiswa itu sama temen. Tapi sebagai Mahasiswi yang Bermazhab Hedonis-siyah kayaknya hukumnya ‘fardhu Ain’ buat ikut soalnya kan aku bisa jalan-jalan sekaligus ber-Selfi ria di acara tersebut. Belum jalan aja aku udah ga sabar mau buru buru jalan, semua keperluan udah aku siapin. For example, baju buat berangkat terus baju pas nyampe disana, baju buat JJS an bareng sista sista yang imut, gaun pas malemnya sampe Baby doll cute buat tidur. I’m ready Now! Let’s take many picture tomorrow.

Sabar dan Ikhlas

Adalah dua padanan kata yang sederhana dalam lisan namun rumit dalam perbuatan. Sabar dan Ikhlas sering berkumandang dari satu mulut ke mulut lainnya dengan tujuan merekonstruksi diri, akan tetapi setelah di implementasikan terkadang ia bisa juga menjadi 'boomerang'.
Ke-Sabar-an, merupakan sarana pertahanan diri paling ampuh ketika jiwa di serang nafsu, egois, ambisi dll di dalam suatu proses dari siklus kehidupan. Dalam term yang biasa kita dengar bahwa "orang sabar di sayang Tuhan" adalah dogma bagi penggiat agama sehingga membuat mereka hidup bersama sugesti yang membentuknya menjadi pribadi yang sederhana. Di dalam kesabaran, bukan berarti jiwa terlepas dari distorsi pendapat.

Turbulensi Iman

Ketika kita berhijrah dari suatu daerah menggunakan Pesawat udara, maka kita pasti pernah merasakan beberapa kali guncangan mulai dari take off, hingga landing nya pesawat tersebut. Adapun guncangan terjadi pada saat pesawat mengudara di atas ribuan kaki akibat betabrakan dengan angin atau adanya gangguan alam dan juga teknis. Guncangan tersebut biasa di sebut dengan istilah Turbulensi.
Turbulensi yang kita rasakan saat menumpang pesawat di atas, sama halnya dengan yang kita rasakan dalam kehidupan sehari - hari. Turbulensi atau guncangan yang biasa kita temui adalah meliputi tantangan, ujian, cobaan dan berbagai problema lainnya. Kesemuanya adalah faktor yang dapat mengubah karakter seseorang entah menjadi sosok yang kuat ataupun lemah.
Seperti yang sudah di utarakan di atas bahwa guncangan hidup dapat berpengaruh

Senin, 11 Januari 2016

Ekspektasi Cinta

September 2003

Jika cinta adalah anugerah, maka dirinya memang satu satunya anugerah terindah bagiku. Dia adalah wujud Cinta Tuhan untukku. Karena dengan mengenalnya aku mampu menemukan kekuatan baru dalam diriku. Kekuatan yang paling besar yang pernah ku miliki. Kombinasi antara Keyakinan dan Harapan.

Namaku Dio, Kelas 6 SD waktu itu. Aku adalah seorang anak yang senang bermimpi. Mimpiku suatu saat nanti aku ingin menjadi astronot. Karena aku penasaran dengan langit. Seluas apakah ia di banding bumi dan mahluk apa sajakah yang nantinya ku temui disana? Yah, dengan bermimpi seakan semua yang aku inginkan seakan terwujud.