Foto Ilustrasi Nen Dit Sakmas. Dok. Keiisland Indonesia
Berdasarkan penuturan beberapa orang tokoh masyarakat Kei dikatakan bahwa agama Hindu (orang Jawa dan Bali) masuk di wilayah tersebut secara bertahap dan sedikitnya ada 5 tahapan kedatangan orang Hindu khususnya di pulau-pulau Kei (Nuhu Metin Evav / Yuut, Nuhuroa). Ekspedisi pertama tiba pada tahun 1348 dipesisir timur tengah pulau Kei Besar (Nuhufo),dipimpin oleh Rajawang, kemudian ekspedisi kedua mendarat di Teluk Wain.
Ekspedisi ketiga tiba di pantai Faan, yang ke empat tiba di pantai Tetoat, Ngursit, ekspedisi ke lima datang dari Bali dibawah pimpinan Kasdewa, dan mendarat di pantai utara desa Letvuan, dan ekspedisi ke enam di bawah pimpinan Jinggra tiba di pesisir barat tengah pulau Kei Besar (Ler Ohoilim) (Sahusilawane, 1996).
Pada akhirnya 28 Kapata Arkeologi Vol. 3 Nomor 4 / Juli 2007 Balai Arkeologi Ambon I Wayan Suantika, Benang Merah Budaya Masyarakat Kei Kecil dan Masyarakat Bali
ekspedisi Kasdewa dan Jinggra, mendapat sambutan masyarakat Kei. Kasdewa yang datang ke Letvuan bersama istrinya Dit Ratngil dan 2 orang anak lelakinya yang bernama Tatbut, Fadir Samai. Tabtut menikah dengan Nen Masit dan memiliki 1 anak lelaki bernama Atman dan 5 orang anak perempuannya yaitu Dit Sakmas, Bainful, Dit Nangan, Sakin dan Dit Renyar, mereka diterima baik oleh penduduk setempat, dan dianggap sebagai wakil dewa dari Bali.
Jumat, 23 November 2018
Kamis, 23 Juni 2016
JEJAK PENGEMBARA
DOA
Semua orang kenal dia. Dia yang terlihat biasa dalam keistimewaanya. Dia ada dalam setiap kata kata manusia. Dia kekal, melompat dari waktu ke waktu membantu menguatkan hati mereka yang rapuh, yang berkeluh kesah karena tersesat ditengah penantian serta mereka yang dilanda harap nan berkepanjangan.
Kau kenal dia kan teman?
Dia membantu Adam as untuk memohon ampun kepada Allah SWT saat di usir dari sorga. Dia menolong Luth as menindih kaumnya dengan bukit atas dosa dosa mereka. Dia menuntun Nuh as diatas bahteranya. Dia meniup api yang
Dia membantu Adam as untuk memohon ampun kepada Allah SWT saat di usir dari sorga. Dia menolong Luth as menindih kaumnya dengan bukit atas dosa dosa mereka. Dia menuntun Nuh as diatas bahteranya. Dia meniup api yang
Rabu, 15 Juni 2016
BUKBER & REUNI MANTAN
Aku berpikir, kenapa orang2 menyebut Ramadhan yg di nanti padahal esensinya adalah bedug magrib yg dinanti. Ramadhan akan datang dan ia pun akan pergi, tak hirau siapa yg menahanya utk tetap tinggal. Bagi awam, nikmat puasa ada pada klimaksnya, saat hasrat yg bisa terlampiaskan, dan nafsu sudah bisa diumbar. Kapan? tentunya di saat berbuka.Berbuka puasa kan terasa nikmat jika tak sendiri. Berlari lari kecil memburu takjil pukul 5 sore, mendengar taujih puasa di mesid atau tv, bercengkrama dengan teman, keluarga, sahabat maupun pasangan menjelang berbuka adalah sensasi tersendiri di momen ini. Momen yg akrab di panggil
RENJANA
Pernahkah kau mendengar kisah sepasang kekasih yg saling mencintai namun tak bisa bertemu karena terpisah jarak, tempat dan waktu?Pernahkah kau membaca riwayat si pemuja cinta yg haus akan kerinduan pada sosok yg dinantinya, sehingga siang malam ia menjadi gila karena tak pula berjumpa?
Sahabat, mari kuceritakan seseorang anak manusia yg mengabdi pada apa yg dicintainya. Ia tegar meski rapuh, penuh derita menahan rindu berkepanjangan. Sebuah kisah penuh cinta kasih juga hasrat kerinduan. Kisah inspirasi yg ku sebut renjana...
NIETZCHE & CINTA PLATONIS
Ini bukan kisah penulisan resume resume ilmiah mengenai filsafat. Ini bukan pengkultusan dari autobiografi murid dan guru besarnya. Ini bukan bagian dari hasil desertasi sosial klasikal yang di presentasikan hanya untuk meraih nobel kemanusiaan.
Ini hanya tentang cerita yang lebih sederhana dari itu. Kisah yang telah merubah kebesaran sebuah dunia. Melompat jauh dari arah terbitnya matahari panas menyengat ke dalam gelap nan tenang. Meniadakan panggilan jiwa membelenggu ambisi serta prestasi.
GELAP
Ketiadaan cahaya membuat semua berubah. Bukan berarti mengalami kematian. Tapi bagiku itu hanya ketiadaan visual dimana kita bebas memulai apapun tanpa terpengaruh oleh bias warna warni. Karena dengan begitu kita masih bisa berkesempatan utk menerka apa yg telah, sedang dan akan terjadi.
Gelap memberi kita pilihan utk tetap bergerak mencari sinar terang, ataukah tetap diam sambil bermain dgn ilusi bebas. Gelap mengajari kita bebas dlm melihat tanpa harus ketakutan akan sesuatu yg kita lihat. Gelap meyakinkan kita bahwa gambaran yg kita tangkap akan membawa kita pada ruang kemustahilan mendapatkanya. Karena hanya dengan kegelapan kita mampu utk merenung, bukan
Gelap memberi kita pilihan utk tetap bergerak mencari sinar terang, ataukah tetap diam sambil bermain dgn ilusi bebas. Gelap mengajari kita bebas dlm melihat tanpa harus ketakutan akan sesuatu yg kita lihat. Gelap meyakinkan kita bahwa gambaran yg kita tangkap akan membawa kita pada ruang kemustahilan mendapatkanya. Karena hanya dengan kegelapan kita mampu utk merenung, bukan
ADA CINTA DI SEKOLAH
Senin, 01 Februari 2016
Trotoar (part II)

Dua tahun kemudian. Aku belum
sempat melanjutkan sekolah hingga tingkat SMP. Hal itu di sebabkan karena semua
sekolah menolak permintaan orang tuaku yang mendaftarkan namaku. Mereka selalu
melihat latar belakang keluargaku.
“Maaf ya pak, bu... sekolah
kami sudah penuh siswa-siswinya, mungkin sekolah lain bisa menerima anak bapak
dan ibu”. Alasan yang selalu di lontarkan oleh pihak sekolah. Aku pun tak tahu
harus bagaimana. Hanya orang tuaku yang tahu harus berbuat apa. Ayah dan ibu
tetap berjuang mencari sekolah untukku. Mereka pantang untuk menyerah. Meski
Rabu, 20 Januari 2016
Trotoar (part I)
Biarlah aku di caci dunia. Biarlah aku di pandang sebelah
mata. Toh masih adalah mulut ini yang
menghiburku. Masih ada tangan yang menemani dan kaki sebagai penuntun. Bagi
anak sepertiku yang sehari-hari berkeliaran membawa ukulele naik turun angkutan umum, masuk keluar warung dan toko-toko
untuk mencari sedikit harapan untuk hidup ini sudah biasa jika di rendahkan
oleh kebanyakan orang. Tapi itu tentu bukan persoalan berarti. Bagiku hidup itu
tidak ada bedanya dengan omong kosong. Setiap hari di tengah keramaian, aku
berjumpa dengan orang-orang yang katanya hebat, pintar, bahkan ada di antara
mereka punya kedudukan. Namun di mata ku mereka sama denganku. Para pengemis.
Cuma bedanya mereka mengemis ilmu, harta,
jabatan dan pujian dari sesama mereka. Untuk apa? Tentu saja untuk di
ceritakan kepada anak cucu mereka lah. Bangga? Oh sudah pasti.Selasa, 19 Januari 2016
Untuk Kalian ...
Kepada adik Anto untuk sekaleng susu frisian flagnya. Semoga
cept sembuh dari amandelnya.
Kepada Musa (abangnya Anto) yang udah ngijinin saya buat
ngambil sedikit beras di kosanya dan terpaksa harus saya bawa dengan kantong
kresek bolong karena kehabisan kantong.
Terima kasih untuk Kak Chia atas bimbingan dan motivasinya
di dunia kerja. Maaf udah bikin kakak lari ninggalin cucian di kamar mandi Cuma
untuk buka pintu kosan yg saya ketuk berulang kali karena sedang kelaparan.
Hehe
Selasa, 12 Januari 2016
Haii.. Aku siapa yah?
Awalnya sih sempet ragu di ajak
buat ikut Mapaba ke salah satu villa di sawangan yang di promosikan sebagai
kegiatan ‘jalan-jalan’ versi mahasiswa itu sama temen. Tapi sebagai Mahasiswi
yang Bermazhab Hedonis-siyah kayaknya
hukumnya ‘fardhu Ain’ buat ikut soalnya kan aku bisa jalan-jalan sekaligus
ber-Selfi ria di acara tersebut. Belum jalan aja aku udah ga sabar mau buru
buru jalan, semua keperluan udah aku siapin. For example, baju buat berangkat
terus baju pas nyampe disana, baju buat JJS an bareng sista sista yang imut,
gaun pas malemnya sampe Baby doll cute buat tidur. I’m ready Now! Let’s take
many picture tomorrow.
Sabar dan Ikhlas
Adalah dua padanan kata
yang sederhana dalam lisan namun rumit dalam perbuatan. Sabar dan Ikhlas sering
berkumandang dari satu mulut ke mulut lainnya dengan tujuan merekonstruksi
diri, akan tetapi setelah di implementasikan terkadang ia bisa juga menjadi
'boomerang'.
Ke-Sabar-an, merupakan
sarana pertahanan diri paling ampuh ketika jiwa di serang nafsu, egois, ambisi
dll di dalam suatu proses dari siklus kehidupan. Dalam term yang biasa kita
dengar bahwa "orang sabar di sayang Tuhan" adalah dogma bagi penggiat
agama sehingga membuat mereka hidup bersama sugesti yang membentuknya menjadi
pribadi yang sederhana. Di dalam kesabaran, bukan berarti jiwa terlepas dari
distorsi pendapat.
Turbulensi Iman
Ketika kita berhijrah dari
suatu daerah menggunakan Pesawat udara, maka kita pasti pernah merasakan
beberapa kali guncangan mulai dari take
off, hingga landing nya pesawat tersebut.
Adapun guncangan terjadi pada saat pesawat mengudara di atas ribuan kaki akibat
betabrakan dengan angin atau adanya gangguan alam dan juga teknis. Guncangan
tersebut biasa di sebut dengan istilah Turbulensi.
Turbulensi yang kita
rasakan saat menumpang pesawat di atas, sama halnya dengan yang kita rasakan
dalam kehidupan sehari - hari. Turbulensi atau guncangan yang biasa kita temui
adalah meliputi tantangan, ujian, cobaan dan berbagai problema lainnya.
Kesemuanya adalah faktor yang dapat mengubah karakter seseorang entah menjadi
sosok yang kuat ataupun lemah.
Seperti yang sudah di
utarakan di atas bahwa guncangan hidup dapat berpengaruh
Senin, 11 Januari 2016
Ekspektasi Cinta
September 2003
Jika
cinta adalah anugerah, maka dirinya memang satu satunya anugerah terindah
bagiku. Dia adalah wujud Cinta Tuhan untukku. Karena dengan mengenalnya aku
mampu menemukan kekuatan baru dalam diriku. Kekuatan yang paling besar yang
pernah ku miliki. Kombinasi antara Keyakinan dan Harapan.
Namaku
Dio, Kelas 6 SD waktu itu. Aku adalah seorang anak yang senang bermimpi.
Mimpiku suatu saat nanti aku ingin menjadi astronot. Karena aku penasaran
dengan langit. Seluas apakah ia di banding bumi dan mahluk apa sajakah yang
nantinya ku temui disana? Yah, dengan bermimpi seakan semua yang aku inginkan
seakan terwujud.
Malam Membunuh Pagi
Malang 2012
1
Hangat matahari
pagi menyambut kegiatan pertama ku berorganisasi di luar aktifitas kampus tahun
ini. Ini adalah organisasi pertama dari daerah asalku yang baru aku ikuti
karena selain menambah teman, aku juga ingin menambah wawasan organisasi plus
pengetahuan mengenai daerah dan mungkin bonusnya... ehemm... ehemm Hehe.
Iren adalah
panggilanku, Mahasiswi jurusan Pendidikan Matematika di salah satu perguruan
tinggi swasta terbaik di Kota Malang. Aku terlahir sebagai sesosok perempuan yang
‘sok’ dewasa di usia 18 tahun namun masih memiliki sifat manja, begitulah
pendapat dari sahabat sahabatku Nila dan Sisi.
Sabtu, 09 Januari 2016
Langkah Pagi
Tak ada warna wari bunga pagi ini.
Hanya kaki dan jejaknya yg mengisi setapak..
Hanya kaki dan jejaknya yg mengisi setapak..
Embun menguap bersama polusi, matahari tak lagi mnyapa dlm hngat.. Ia sbuk mnyiapkan diri utk mempresentasikn sbrapa bhayanya ia saat bumi tak di selimuti ozon lagi..
Mesin berotak meghiasi transportasi ibu kota.. Hutan baja, carbon dioksida, dan surga di dlm fatamorgana..
Tuhan tlg palingkan sumpah mereka, yg berkata seakan tak terjadi apa apa..
Semua kapal hanya punya 1 pelabuhan utk di tuju..
Semua hati hanya punya 1 pintu..
Dan semua kesempatan hnya punya 1 pilihan, pergi atau tetap mengisi
Semua kapal hanya punya 1 pelabuhan utk di tuju..
Semua hati hanya punya 1 pintu..
Dan semua kesempatan hnya punya 1 pilihan, pergi atau tetap mengisi
PUTIH, OMBAK DAN RASA
Banyak org turun ke jalan lalu berteriak..
Kemudian sebagian yg lain duduk di blkg meja coklat lgkp dgn speaker termanja dgn CFC juga tak lupa sepiring loby serta segelas anggur manipulasi..
Para pembesar mnghambur pragmatis bagi pelajar yg tersesat pd keoportunistikannya.
Dewa dewi di langit seakan berhenti berpesta doa.. Malam dan siang, rakus lalu bijak kembali..
Bohong itu fitrah, lalu maklumkanlah semua salah dan dosa..
Ibadah merupakan selingan di waktu luang saat pekerjaan terselesaikan..
Bodoh di anggap biasa, manusia di larang memuja harta...
Kemudian sebagian yg lain duduk di blkg meja coklat lgkp dgn speaker termanja dgn CFC juga tak lupa sepiring loby serta segelas anggur manipulasi..
Para pembesar mnghambur pragmatis bagi pelajar yg tersesat pd keoportunistikannya.
Dewa dewi di langit seakan berhenti berpesta doa.. Malam dan siang, rakus lalu bijak kembali..
Bohong itu fitrah, lalu maklumkanlah semua salah dan dosa..
Ibadah merupakan selingan di waktu luang saat pekerjaan terselesaikan..
Bodoh di anggap biasa, manusia di larang memuja harta...
Waktu masih menjanjikan rahasia..
Once Upon a Time ...
Bagi kami para 'budak' pendidikan semasa mengenakan seragam SMA dulu, apa yg di ucapkan guru adalah fatwa (jgn di tambah pujangga). Tanpa menyimak dan mencerna kalimat dari guru, kami selalu mengiyakannya saja. Sampai suatu ketika salah seorg sahabatku yg sering bolos di Interogasi oleh salah seorang guru yg inisialnya... Bpk Hasan (bukan nama samaran) unsure emotikon, di depan kelas. Ketika ia di tanya oleh pak guru yg raut wajahnya tegas nan berwibawah semacam bima di film mahabharata tapi versi maluku... " kenapa kamu sering bolos sekolah ?" Tanyanya lantang. Sambil nyengir2 ngeselin, shabatku sebut saja namanya
Di Pojok Warteg
Malam semakin menua. Jam warteg tengah menunjuk angka 12 dan 3 itu artinya aktifitas di depok kelapa dua harus di-jeda-kan mlm ini. Besok ada matakuliah penting jam 8 pagi "oh mai tu de saroh.. gw hrs blik saat ini juga" gw ngebatin. Tanpa pamitan dan cipika cipiki sma ank2 geng motor gw, sketika gw mnyeberang jln utk menanti angkot 112 jurusan pasar rebo. (Anak geng mtor kok naik angkot ya?). Mtornya punya tmen, gw nebeng, PUAS!!? Selang beberapa menit, yg di tunggu pun tiba. Ga btuh waktu lma, w lgsung msk k dlm angkot tersbut dan agak was2 saat berada di dlm angkot. Damn! Ternyata di dlm angkot terdpt 3 pemuda misterius.
Langganan:
Postingan (Atom)












